KAJEN - SMKN 1 Sragi menerima sertifikat International Organization for Standardization (ISO) 9001 tahun 2008, dari PT Tecnicher Upernachung Verein (TUV) Rheinland Indonesia. Penerimaan sertifikat tersebut bersamaan dengan peresmian Gedung Business Center oleh Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, M.Si, Rabu (8/2/2012).
Hadir dalam kesempatan itu antara lain Asisten Pemerintahan Drs. H. Umaidi, M.Si, Kabag Pembangunan, Kabag Humas, Camat dan Muspika Kecamatan Sragi, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Dalam apel penerimaan Sertifikat ISO di lapangan sekolah, Bupati menyampaikan bahwa apabila kita menerima sebuah pengakuan dalam bentuk sertifikat mungkin merasa bangga, senang dan bersyukur. “Tetapi saya sampaikan bukan sekedar sertifikat yang kita banggakan, tetapi hasil atau karya siswa itu sendiri adalah yang utama,” ujarnya.
“Oleh karena itu kalau hari ini kita menerima pengakuan dari perusahaan yang mendapat tugas untuk menilai, itu hanya awal. Tetapi perjalanan yang harus dilalui untuk membuktikan bahwa sertifikat itu ada maknanya tergantung dari anak-anak didik kita beserta para guru,” imbuh Bupati.
Sedangkan saat meresmikan gedung business center, Bupati berharap gedung tersebut dapat membawa manfaat, tidak sekedar diresmikan saja setelahnya mangkrak. “Saya minta kepada pengelola untuk betul-betul perhatikan hal ini,” tegasnya.
Menyinggung soal kondisi pendidikan di Kabupaten Pekalongan, Drs. H. A. Antono, M.Si menyampaikan bahwa sampai saat ini kondisi riilnya masih memprihatinkan. “Maka saya minta seluruh unsur terkait untuk betul-betul mau berbenah diri,” pintanya.
“Oleh karena itu saya minta satukan langkah, satukan gelombang dan frekuensi diantara kita untuk membenahi pendidikan di Kabupaten Pekalongan,” imbuhnya.
Advisor sekaligus marketing PT TUV Rheinland, Bambang Sutomo menjelaskan bahwa ISO 9001 : 2008 menetapkan persyaratan dan rekomendasi untuk desain serta penilaian dari suatu sistem manajemen mutu. Desain keberhasilan manajemen antara lain dokumentasi, komitmen manajemen, sumber daya manusia, proses kegiatan belajar mengajar, dan pengendalian siswa yang tidak sesuai dengan harapan. “Proses pengajuan, verifikasi, pre-audit hingga sertifikasi berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Sertifikat ISO 9001:2008 berlaku selama tiga tahun dengan sistem pengendalian atau evaluasi setiap tahun. Jika organisasi tersebut masih relevan dengan ISO 9001: 2008, maka pengakuan tetap dipertahankan,” kata Sutomo.
Sementara, Kepala SMKN 1 Sragi, Kukuh, MT. menegaskan bahwa pihaknya akan mempertahankan ISO 9001:2008 melalui penetapan sasaran mutu. Memasuki tahun ajaran baru, sekolah akan meningkatkan kuantitas penerimaan siswa baru. Jumlah anak didik SMKN 1 Sragi saat ini mencapai 1.185 siswa, dengan target tahun depan menjadi kurang lebih 1.350 siswa. “Penerapan ISO 9001: 2008, telah dilaksanakan sejak 4 Februari 2011. Berdasarkan audit PT TUV, tingkat ketidaksesuaian sangat rendah dan sudah ditindaklanjuti hingga tidak ada lagi,” kata Kukuh.
Semua Komentar bukan merupakan tanggung jawab kami
EmoticonEmoticon