Selasa, 09 Agustus 2011

Jambore Dunia Pramuka Berakhir

Tags

Namun, persaudaraan sebagai sesama anggota Pramuka dunia
 begitu menonjol. Pasalnya, Jambore Pramuka Dunia memang 
dirancang untuk mempertemukan seluruh anggota Pramuka 
dari berbagai belahan dunia dalam suasana persahabatan dan
 persaudaraan.


Pada pelaksanaan Jambore Pramuka Dunia di Swedia, 
Raja Swedia Carl XVI Gustaf mengunjungi lokasi perkemahan.
 Ratu Swedia Silvia juga ikut mendampingi.


Raja Swedia ini punya proyek perdamaian dunia lewat 
gerakan pramuka.
 Organisasi Penyampai pesan perdamaian atau 
messenger of peace berupaya menggalang banyak komitmen
 dari orang-orang di ebrabagi negara, termasuk anggota
 Pramuka dunia untuk menciptakan perdamaian dunia yang
 dimulai dengan kegiatan nyata di tempat masing-masing.


Jambore Pramuka Dunia dilaksanakan setiap empat tahun sekali. 
Pada tahun 2015, Jepang menjadi tuan rumah.


Selama pameran, Jepang telah mempromosikan kegiatan
 yang bakal dilaksanakan selama Jambore ke-23 pada tahun 2015. 
Bahkan, peserta Jambore di Bumi Perkemahan Rinkaby diminta 
untuk menyampaikan harapan utnuk pelaksanaan
 Jambore Pramuka Dunia mendatang.


"Jambore Dunia Pramuka ini akan selalu meninggalkan kesan
 yang mendalam bagi yang ikut. BAnyak nilai-nilai yang baik dan 
luar biasa yang akan berguna dalam kehidupan untuk pribad
i maupun untuk bangsa negara dan dunia. Kami berharap,
 semakin banyak anak-anak Indonesia yang bisa menikmati
 secara langsung Jambore Pramuka Dunia nantinya,
" kata Brata T Hardjosubroto, 
Ketua Kontingen Pramuka Indonesia untuk 
Jambore Pramuka Dunia]
.(Ester Lince Napitupulu, wartawati KOMPAS melaporkan
 dari Kristianstad, Swedia)

Sumber : kompas.com

Semua Komentar bukan merupakan tanggung jawab kami
EmoticonEmoticon